Rabu, 23 Juli 2014
Header
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Siasat Jenderal Menggoreng Kasus Usang
Editor: Rezi.A.P
Jumat, 19 Oktober 2012 | 10:57:58
Dumaisatu.com - Erwansyah Siregar berkali-kali menggeleng-gelengkan kepalanya. Gelengan itu untuk menjawab pertanyaan apakah Novel Baswedan ada di lokasi penembakan enam tersangka pencurian sarang burung walet.

Pria yang biasa dipanggil Iwan itu adalah salah satu dari enam tersangka pencurian sarang burung walet yang dianiaya dan ditembak polisi Bengkulu saat Novel masih menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Bengkulu. Satu tersangka, Mulian Johani alias Aan meninggal setelah penganiayaan itu.

Saat itu, Rabu 10 Oktober 2012, Iwan berada di Pantai Panjang, Bengkulu. Ia dibawa polisi untuk mencari proyektil peluru yang dimuntahkan polisi untuk menembaki tersangka pencurian burung walet termasuk Iwan dan Aan yang terjadi pada 18 Februari 2004. Alias 8 tahun lalu itu. “Ya dulu dibawa ke sini (pantai) digebuki (polisi),” kata Iwan seperti berita Dumaisatu.com dikutip dari majalah detik yang menemuinya di sela-sela pencarian proyektil peluru itu.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Albertus Julius Benny Mokalu mengatakan kasus lawas itu disidik kembali karena adanya laporan korban. Laporan diberikan oleh pengacara Iwan, Yuliswan.*

Akses berita terbaru versi mobile di: m.dumaisatu.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!