Minggu, 26 Oktober 2014
Header
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Oknum Polisi dan Pengusaha Sawit terlibat
Polisi Usut Tanah Sengketa di Bangsal Aceh
Editor: Mr Tanjuang
Kamis, 20 Desember 2012 | 15:49:38
Mr Tanjuang
Terlihat tim Polres Dumai tengah turun kelapangan untuk menyelidiki kasus sengketa tanah yang melibatkan nama Ayu seorang pengusaha sawit keturunan Tionghoa, dan salah seorang oknum anggota Polres Dumai
Dumaisatu.com - Masyarakat kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sei Sembilan yang menjadi korban dari permasalahan surat tanah yang digadaikan oleh ketua kelompok tani kepada Bank BRI yang sekarang menjadi sengketa merasa semakin lega, karena pihak Polres Dumai sudah mulai mengukur tanah yang menjadi sengketa tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Maryati, salah seorang ahli waris dari pemilik tanah yang menjadi sengketa di jalan Tendri Sangka Kelurahan Bangsal Aceh, Kelurahan Lubuk Gaung, dirinya semakin senang melihat dari anggota kepolisian yang sudah mulai turun kelapangan, Kamis (20/12).

"Alhamdulillah, Polisi sudah mulai turun untuk menyelesaikan permasalahan tanah kami ini, meskipun sudah beberapa tahun yang lalu saya dan korban lainnya melaporkan permasalahan ini," jelas Maryati kepada Dumaisatu.com

Dari pantauan dumaisatu.com dilokasi tanah yang menjadi menjadi sengketa tersebut, terlihat aparat kepolisian sudah mulai mengukur tanah yang dikatakan Maryati merupakan tanah pusaka dari ayahnya tersebut dengan menggunakan GPS untuk mencari titik-titik tanah sesuai dengan laporan Maryati dan enam korban dari penipuan ketua kelompok tani pada tahun 1980 tersebut.

Diantara Maryati yang turun bersama sanak familinya dilokasi tanah tersebut, terlihat  Bagong, Nawa dan beberapa korban lainnya yang menjadi korban dari tanah yang diduga telah digandakan suratnya menjadi milik pengusaha sawit ternama di Kota Dumai keturunan Tiongha bernama Ayu, dan juga milik salah seorang oknum Anggota Kepolisian Resort Dumai.

Tampak hadir juga di sana kuasa hukum dari korban perampasan tanah tersebut, JS Simatupang SH yang merupakan ketua Advokat daerah Jakarta Timur, dirinya juga memberi dua jempol kepada pihak Kepolisian Dumai. "Sebelumnya kita mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelidikan polres Dumai dan kita perlu acungkan jempol, bahwa penyelidikan telah mengarah kepada penyidikan dengan turunya tim pemeriksa dari laporan masyarakat yang kita pinta," kata JS Simatupang SH kepada Dumaisatu.com di tanah yang menjadi sengketa tersebut.

JS Simatupang juga meminta kepada Kapolres Dumai dan tim penyelidik Polres Dumai lebih profesional untuk melihat betapa besarnya pelanggaran hukum yang terjadi di Kota Dumai saat ini kususnya mengenai permasalahan tanah yang sedang ditanganinya. "Pelanggaran hukum yang menimpa hak-hak masyarakat yang telah terabaikan, masyarakat ini adalah masyarakat yang terbelenggu dengan kepercayaan penegakan hukum yang tidak terjadi selama ini."ucap Advokat tersebut.

Selain itu, dirinya kembali mengucapkan terima kasih kepada tim Polres Dumai yang telah survei kelapangan. "Dengan turunnya mereka kelapangan tersebut, saya minta penyidikan yang dilakukan lebih profesional." akhir Simatupang.

Akses berita terbaru versi mobile di: m.dumaisatu.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!