DUMAISATU.COM -Menteri BUMN Erick Thohir terus berupaya untuk membenahi program-program Bakti BUMN atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang bertebaran di banyak perusahaan milik negara mulai menarik perhatian publik.
Strategi yang diterapkan Erick sejak Oktober 2019 juga sukses menjadikan keberadaan program-program Bakti BUMN berdaya guna optimal. Erick Thohir menekankan kerja keras yang selama ini dilakukan tidak lepas dari peran staf dan direksi BUMN yang berada di lapangan.
"Ini untuk tim saya, seluruh insan BUMN yang mau bersama-sama mengoreksi diri dan programnya dalam membuat CSR yang sustainable," ujar Erick dalam siaran pers, Jumat (11/11/2022).
Erick mengungkapkan, beberapa fokus CSR BUMN mencakup pendidikan, lingkungan hidup, serta pemberdayaan UMKM. Pada sektor pendidikan, BUMN wajib hadir lantaran demografi Indonesia didominasi oleh angkatan muda.
"Pendidikan itu penting karena mayoritas diisi oleh anak-anak muda yang membutuhkan upgrading melalui pendidikan, kalau kita mau Indonesia memenangkan kompetisi menjadi negara maju ke depan," ujarnya.
Adapun fokus terhadap lingkungan mengharuskan BUMN menjadi bagian dari ekosistem penyelamatan lingkungan hidup Indonesia, yang merupakan paru-paru dunia. Sementara fokus terhadap UMKM diarahkan pada pendampingan digital.
"Ini yang harus kita fokuskan. Karena tidak mungkin, kita bisa berdiri dengan baik kalau kesenjangan makin tinggi. Karena itu, kita di BUMN, fokuskan, memaksakan, untuk memastikan kita menjadi perusahaan yang sehat, sehingga bisa berkontribusi membangun ekonomi kerakyatan untuk menjaga ekonomi Indonesia ke depan,” kata Erick.
Erick mengatakan, di masa pandemi Covid-19, berbagai langkah nyata telah dilakukan, antara lain mendorong peran BUMN untuk terjun langsung membantu pemulihan kesehatan dan ekonomi nasional.
"Dengan beragam program CSR di BUMN, kami berkontribusi pada masyarakat luas, khususnya terkait pemulihan ekonomi di 2022,” ucap dia.*
Penulis: Redaksi
Editor: Hendri Koeswoyo