DUMAISATU.COM- Wali Kota Dumai, H. Paisal, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperkuat pengelolaan risiko strategis guna mengantisipasi berbagai hambatan dalam pencapaian target pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Pengelolaan Risiko Strategis Pemerintah Kota Dumai Tahun 2025??"2029 di Ruang Teratai, Lantai III Kantor Wali Kota Dumai, Senin (28/9/2026).
Kegiatan yang ditaja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Dumai ini bertujuan memastikan setiap potensi risiko pembangunan dapat diidentifikasi, dikelola, dan dimitigasi sejak dini.
Dalam sambutannya, Paisal menegaskan pengelolaan risiko bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan instrumen penting untuk menjamin keberhasilan program prioritas yang tertuang dalam RPJMD Kota Dumai 2025??"2029.
"Setiap kebijakan dan program besar yang kita rancang untuk kemajuan Kota Dumai tentu memiliki tantangan dan risikonya masing-masing, baik dari sektor infrastruktur, pendidikan, lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan," ujarnya.
Ia meminta seluruh OPD tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga mampu memetakan potensi persoalan sejak awal agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Paisal juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bappeda Dumai, Budhi Hasnul, menjelaskan pengelolaan risiko strategis periode 2025??"2029 difokuskan pada enam sasaran prioritas daerah, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pemerataan infrastruktur, ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim, hingga penguatan ekonomi serta tata kelola berintegritas.
Menurutnya, penyusunan dokumen risiko strategis telah melalui pembahasan intensif bersama seluruh OPD terkait dengan pendampingan BPKP Perwakilan Provinsi Riau.
"Sosialisasi ini dimaksudkan agar setiap perangkat daerah mengetahui risiko strategis yang menjadi tanggung jawabnya dan menyelaraskan Rencana Tindak Pengendalian (RTP), sehingga faktor-faktor risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD dapat diminimalisir," jelas Budhi.
Ia menambahkan, pengendalian risiko mencakup langkah penanganan, kontrol eskalasi, hingga tindakan pemulihan terhadap setiap risiko yang telah diidentifikasi.
Melalui sosialisasi tersebut, seluruh OPD diharapkan memiliki pemahaman yang sama dalam menerapkan manajemen risiko secara berkelanjutan, sehingga pelaksanaan pembangunan Kota Dumai dapat berjalan lebih terukur dan sesuai sasaran.
Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Dumai Fahmi Rizal, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Dumai Hj. Yusmanidar, Inspektur Daerah Riki Dwi Woro, Kepala Bappeda Budhi Hasnul, serta sejumlah kepala OPD dan pejabat terkait.*
Penulis: Redaksi
Editor: M Ridduwan