Jum'at, 24 Mei 2013
Program Pemerintah Kota Dumai
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Samsung vs Apple
iPhone Bikin Krisis Desain di Samsung
Penulis : Pancen Adi
Selasa, 7 Agustus 2012 | 18:51:34
TEKNOLOGI - CALIFORNIA - Pada pekan kedua dari persidangan Apple vs Samsung, muncul email internal Samsung yang mengungkapkan berbedaan antara langit dan bumi di antara keduanya. Dalam email itu, Head of Mobile Communication Samsung JK Shin menggambarkan perbedaan pengalaman pengguna di antara Samsung dan Apple.
 
Sebelumnya Samsung tidak ingin memo tersebut dimasukkan dalam proses persidangan. Tapi, ketika penasehat hukum Samsung John Quinn menyebutkan momen "krisis desain" dalam pertanyaan untuk ahli strategi Samsung Justin Denison, email itu akhirnya terungkap. Dalam email itu, Shin menulis bahwa Samsung seperti tertidur, karena ternyata pengaruh di luar perusahaan tersebut berasal dari iPhone.
 
"Selama ini kita memusatkan perhatian pada Nokia dan memusatkan usaha pada hal-hal seperti Folder, Bar, Slide. Namun, ketika UX (user experience) dibandingkan dengan kompetitor tak terduga yaitu iPhone dari Apple, perbedaannya adalah seperti langit dan bumi. Ini adalah krisis desain,” tulis Shin, seperti dilansir dari AllThingsD, Selasa (7/8/2012).
 
Terungkapnya memo itu dinilai memberikan dukungan terhadap klaim Apple terkait gugatannya, yakni Samsung telah melanggar sejumlah paten perusahaan tersebut. Seperti diketahui, Apple menegaskan bahwa Samsung telah menyalin iPad dan iPhone, serta berupaya mendapatkan ganti rugi senilai USD2,5 miliar atau sekira Rp23 triliun.
 
Selain itu, Shin dalam emailnya juga mengatakan, bahwa iPhone telah menjadi standar tentang UX. "Saya mendengar hal seperti: Mari kita membuat sesuatu seperti iPhone. Ketika semua orang (konsumen dan industri) berbicara tentang UX, mereka mempertimbangkan melawan iPhone. iPhone telah menjadi standar. Begitulah hal yang telah terjadi," ungkapnya.
 
"Apakah Anda tahu betapa sulitnya Omnia (ponsel Samsung) digunakan? Ketika Anda membandingkan versi 2007 iPhone dengan Omnia kita, bisakah Anda dengan jujur mengatakan bahwa Omnia lebih baik? Jika Anda membandingkan UX (Omnia) dengan iPhone, maka perbedaannya bagai langit dan bumi," tulis Shin di email-nya.
Menurut laporan AllThingsD, pihak Samsung menolak untuk memberikan komentarnya terkait memo tersebut.

Samsung Sangkal Krisis Desain


Terungkapkanya email internal dari Head of Mobile Communication Samsung JK Shin untuk desainernya, menambah deretan rahasia yang terungkap terkait persidangan paten Apple vs Samsung. Namun Head Strategy Samsung Justin Denison meremehkan bahasa yang digunakan dalam email tersebut dan menyebutnya sebagai bahasa hiperbola.
 
Seperti diketahui sebelumnya, melalui sebuah email, Shin mengungkapkan perbandingan antara UX (user experience) dengan pesaing yang tidak terduga yaitu iPhone. "Perbedaannya bagai langit dan bumi. Ini adalah krisis desain" tulis Shin pada Februaru 2010.
 
Tapi ketika Denison duduk di kursi saksi dalam persidangan tersebut, dia meremehkan bahasa yang digunakan dalam email dan menyebutkan hal itu sebagai ciri khas dari bahasa hiperbola yang digunakan secara internal di Samsung.
 
"Samsung melakukan pekerjaan yang sangat rendah hati, kritis terhadap diri sendiri, dan mempertahankan rasa urgensi untuk mendorong kerja keras dan inovasi. Kami ingin berubah, sehingga tidak pernah bersandar pada kemenangan dan menjadi puas. Sehingga, Anda mendengar banyak pernyataan hiperbola seperti 'krisis desain' dan ‘langit dan bumi’," jelas Denison, seperti dilansir dariAllThingsD, Selasa (7/8/2012).
 
Lalu pertanyaan untuk Denison dari pengacara Samsung John Quinn pun mencoba meremehkan pentingnya menjadi yang pertama ke pasar dengan desain tertentu.  Denison mengatakan, Samsung telah memperkenalkan banyak teknologi sebelum Apple, termasuk teknologi pengenalan suara. Tapi kata Denison, dia tidak merasa "dikoyak" ketika Apple memperkenalkan fitur serupa.
 
Jadi, misalnya kata Denison, jika besok Apple memperkenalkan iPhone 5 dengan layar lebih besar maka dia akan merasa baik-baik saja. "Meskipun, salah satu fitur Samsung yang paling baru ada di dalam layar besar itu. Ini merupakan tren industri dan tidak ada yang perlu disesali," pungkasnya.
 
Seperti diketahui kedua raksasa teknologi tersebut memang sedang terlibat perseteruan di meja hijau terkait sengketa paten. Persidangan tersebut mencakup apakah Samsung melanggar paten Apple untuk iPhone dan iPad dengan lini smartphone dan tablet Galaxy.
 
Secara khusus, Apple menggugat Samsung terkait penampilan dan penggunaan ponsel dan mengklaim perusahaan asal Korea Selatan itu telah menyalin desain handset besutannya.****

Akses berita terbaru versi mobile di: m.dumaisatu.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!