• Home
  • Maritim
  • Keluhan Perusahaan Lokal, Ada Praktik Monopoli Perusahaan Industri di Dumai, Benarkah?

Keluhan Perusahaan Lokal, Ada Praktik Monopoli Perusahaan Industri di Dumai, Benarkah?

Rabu, 06 November 2019 21:19:00
BAGIKAN:
Net/Ilustrasi

DUMAISATU.COM - Sejumlah perusahan industri yang beroperasi di Kota Dumai sudah punya perusahaan pelayaran sendiri, sehingga perusahaan-perusahaan pelayaran dan keagenan kapal di daerah ini sudah kehilangan banyak pekerjaan.

Ketua DPC INSA Kota Dumai Herman Buchari sangat menyesalkan hal itu, karena praktik monopoli tersebut bakal mematikan perusahaan-perusaan di daerah. Pihak perusahaan pelayaran tidak bisa berbuat banyak menghadapi kondisi itu, karena tidak ada sikap tegas pemerintah pusat untuk menghapus praktik monopoli.

Menurutnya, PT Wilmar Group punya perusahaan pelayaran PT Usda Jaya Seroja, PT Pertamina punya PT Pertamina Transkontinental, dan PT Sinar Mas punya PT Taruna Cipta Kencana. Sementara di Terminal Khusus (Tersus) PT IBP dan PT Musim Mas tidak ada anak perusahaan pelayarannya, tapi secara dominan menujuk perusahaan pelayaran di luar groupnya.

“Modusnya, perusahaan pelayaran yang ditunjuk itu ke itu saja, sehingga perusahaan pelayaran lain tak bisa masuk. Sementara itu, ada juga perusahaan besar itu menunjuk perusahaan keagenan kapal yang lain sesekali, sehingga seolah tak kentara praktik monopolinya,” ujarnya seperti dikutip berita dumaizone.

Selain petusahaan pelayaran, kata Herman, pekerjaan bongkar muat dan perusahaan jasa transportasi juga sudah diambil alih anak-anak perusahaan besar.

“Pokoknya, zaman sekarangnya ni makan hati. Kita hanya kebagian rimahnya. Perusahaan pelayaran ada dapat satu kapal masuk di perusahaan indusri besar. Itu pun terus diganggu, agar bisa diambil alih anak perusahaannya,” ucapnya.

Pihak INSA Dumai sudah pernah menyampaikan persoalan tersebut ke KSOP Dumai, namun hingga saat ini tidak ada penyelesaiannya. Iklim usaha yang tidak sehat itu terbiarkan begitu saja, karena kebijakan tersebut juga berawal dari pemerintah pusat.

Herman Buchari berharap agar pemerintah bisa menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat. Selain itu, melaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak memberi celah bagi praktik-praktik monopoli.*

Editor: Suhadi

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Tim SAR Gabungan Temukan Dua Life Jacket di Selat Malaka

    DUMAISATU.COM - Dalam pencarian korban kapal tenggelam di Tanjung Medang, Bengkalis, Tim SAR gabungan temukan dua buah life jacket atau pelampung.
     
  • Basarnas Pekanbaru Kerahkan Kapal Cepat Untuk Mencari Korban Kapal Karam di Perairan Rupat

    DUMAISATU.COM - Badan SAR Nasional (Basarnas) Pekanbaru langsung terjunkan kapal Rigit Inflatable Boat (RIB) untuk mencari korban kapal pompong yang diduga
  • Diduga Membawa TKI Ilegal, Kapal Pompong Karam Saat Menuju Malaysia

    DUMAISATU.COM - Sebuah kapal pompong diduga mengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal dikabarkan tenggelam saat me
  • Campur Sari Ibarat Koalisi, Ki Parto Goyang Zainal Abidin

    DUMAISATU.COM - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Dumai 2020, video Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Am
  • KOMENTAR