DUMAI - Ditengah gejolaknya pendistribusian jatah beras miskin (Raskin) untuk masyarakat Kota Dumai yang mana angka kemiskinan meningkat hingga terjadi penambahan mencapai 2064 KK penerima raskin, Walikota Dumai H Khairul Anwar dan Wakil Walikota Dumai H Dr Agus Widayat justru membeli kendaraan dinas baru merek Camry Hybrid berkapasitas 3.500 cc itu yang mana harganya tak tanggung-tanggung mencapai sekitar Rp.635.000.000 juta rupiah.
Ditengah badai yang melanda masyarakat Kota Dumai saat ini dengan dibuktikannya angka kemiskinan dari penerima jatah raskin hingga 10.015 KK untuk tahun 2012 periode Juni sampai dengan Desember, yang mana angka tersebut meningkat darastis disbanding tahun sebelumnya yaitu hanya 7951 KK. Malah Walikota Dumai H Khairul Anwar SH membenarkan tentang pembelian kendaraan dinas yang harganya cukup fantastis itu dan selevel dengan kendaraan dinas Menteri Republik Indonesia.
Pembenaran pembelian mobnas tersebut secara langsung disampaikan Khairul Anwar SH, ketika dikonfirmasi puluhan awak media, Senin (13/8/12) usai mengikuti sidang paripurna LKPJ Walikota tahun 2011 di Kantor DPRD Dumai. "Dimana-mana bupati dan walikota pakai camry. Dan pengadaan camry ini pun bukan permintaan saya. Peruntukanya sesuai aturan. Jadi tidak usah dipersoalkan pembelian mobnas ini," ujar Khairul Anwar ketika dikonfirmasi puluhan awak media.
Sejak pertengahan Juli 2012 ini, Khairul-Agus Widayat mendapatkan fasilitas dua unit kendaraan operasional yaitu Toyota Camry menggunakan mesin 3500 cc dan Mitsubishi Pajero menggunakan mesin 2.500 cc dan secara fisik mobnas Mitsubishi Pajero masih layak dipakai dalam melaksanakan tugas sebagai pemimpin daerah. "Apalagi mobil itu (mobnas sebelumnya Mitsubishi Pajero) sudah hampir enam tahun. Sebenarnya, sedan Camry ini pengadaanya untuk Hari Nusantara lalu. Baru tereralisasi sekarang," ujar Khairul Anwar meminta pemberitaan mobnas tidak di muat.
Namun ironisnya dengan pembenaran yang disampaikan oleh Walikota Dumai H Khairul Anwar tersebut tentang pembelian mobil dinas itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Dumai, Prapto Sucahyo mengkritik tajam pengadaan Camry ditengah carut marutnya angka kemiskinan di Dumai yang kian hari kian meningkat saja. Hal tersebut didasari bukti Wako Dumai tidak mempunyai kepekaan sosial diitengah masyarakat kebingungan atas hilangnya ribuan jumlah penerima raskin. "Jelas kepekaan seorang pemimpin daerah kita tentang nasib masyarakat tidak ada. Kalau toh memang ada, tentunya tidak melakukan hal yang bisa menciderai perasaan masyarakatnya," tegasnya.***