Minggu, 19 Mei 2013
Program Pemerintah Kota Dumai
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Pemangkasan Secara Tragis,
Warga Dusun Mekarsari Tak Satu Pun Dapat Raskin dari Pemko Dumai
Sabtu, 11 Agustus 2012 | 20:44:27
DUMAI - Data penerima beras miskin (raskin) terbaru keluaran Juli 2012 memangkas habis jatah penerima raskin di daerah perbatasan, terutama warga Kelurahan Batu Teritip Kecamatan Sungai Sembilan. 

Seperti yang terjadi di Dusun Mekarsari RT 09 Kelurahan Batu Teritip seluruh warga berpenduduk 120 kepala keluarga itu tidak satu pun mendapatkan jatah raskin. Padahal data sebelumnya yang digunakan dua tahun terakhir ada sekitar 60 Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima raskin.

"Kan biasanya tiga bulan sekali warga saya dapat raskin. Setelah saya tanyakan ke lurah, saya kaget ternyata tidak satu pun warga saya dapat raskin. Padahal sebelumnya ada 60 KK yang dapat raskin, sekarang tidak satu pun," ujar Ketua RT 09 Dusun Mekarsari, Umar, kepada sejumlah awak media, Jumat (10/8/12) kemarin.

Terletak sekitar 50 kilometer dari Kecamatan Sungai Sembilan atau jika dari pusat Kota Dumai harus menempuh transportasi laut dengan menggunakan speedboat. Dusun Mekarsari terletak persis dipintu masuk Kabupaten Rohil yaitu hanya berjarak kurang dari 20 kilo menuju Kecamatan Sinaboi. 

Daerah berpenduduk 120 KK ini berada ditengah-tengah kawasan hutan produktif. Masyarakat sekitar berprofesi sebagai petani, berkebun dan nelayan.  "Bagaimana mereka kaya, rumah saja dari kayu, kemana-mana berjalan kaki, tidak ada sepeda ataupun motor. Sumur galian cangkul. Apalagi sekarang kemarau, padi dan hasil kebun tidak panen. Makanya, warga menunggu raskin." ujar Umar.

Umar sangat yakin warganya masih layak mendapatkan raskin. "Kalaupun penerima berkurang, itu paling tak lebih dari 5 KK. Tidak drastis seperti data sekarang,"ujar Umar. 

Umar dan warga perbatasan mengaku kecewa dengan kebijakan Pemko Dumai terkait raskin tersebut. "Ini bukti, warga perbatasan tidak diperhatikan oleh pemko. Wajar, kalau Pemkab Rohil, memberikan bantuan, lalu kami terima. Karena, warga menunggu dari Pemko Dumai, ternyata tidak ada sama sekali. "ujar Umar.

Seharusnya, menurut Umar, dengan adanya konflik tapal batas, dimana wilayah Dusun Mekarsari diperebutkan dua daerah tetangga itu, Pemko Dumai lebih memperhatikan warga perbatasan. "Kami merasa aneh dan sangat kecewa. Ditengah perebutan wilayah kami. Pemko Dumai justru tak peduli, buktinya, raskin saja kami tidak dapat,"ujar Umar.

Ia menjelaskan pendataan penerima raskin periode 2012 merupakan kerja Badan Pusat Statistik (BPS) tanpa melibatkan RT setempat. "Lurah bilang itu data BPS, tapi seingat saya, setahun terakhir ini, tidak ada orang BPS mendata warga dan minta didampingi RT,"ujar Umar.

Lurah Batu Teritip, Tanwir, mengiyakan kondisi yang dialami warga Dusun Mekarsari. Menurutnya, kondisi pengurangan jatah penerima raskin secara umum diseluruh RT di Keluarahan Batu Teritip. Data periode sebelumny, penerima raskin di Kelurahan Batu Teritip berjumlah 105 RTS dari 9 RT. Data terbaru hanya 42 RTS penerima raskin.

"Kami pun aneh, dari 105 hanya 42 RTS yang mendapat raskin. Dan 42 RTS itu pun, hampir 20 RTS adalah penerima baru. Jadi hampir 80 persen, penerima raskin terpangkas," ujar Tanwir Azhar.

Kini pihak RT dan kelurahan masih menunggu pendataan hasil verifikasi ulang yang dilakukan TKPK Dumai. "Menurut informasi, TKPK sedang berkoordinasi dengan tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TNP2K). Harapanya, sebelum lebaran data sudah selesai dan raskin didistribusikan,"ujar Tanwir.

Karena kondisi itulah, Tanwir akhirnya menolak data yang dikeluarkan Tim Koordinasi Pengentasan Kemiskinan (TKPK) Dumai. "Saya tolak data itu, daripada menimbulkan konflik."ujar Tanwir.

Akses berita terbaru versi mobile di: m.dumaisatu.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!