DUMAI - Rombongan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BPN2TKI) melakukan Infeksi mendadak (Sidak) ke pelabuhan penumpang di Riau khusus kota Dumai di pelabuhan Pelindo I cabang Dumai.
Aktivitas di pelabuhan terhenti ketika Sidak rombongan yang dipimpin lansung Mohammad Jamhur Hidayat ini bertepatan dengan agenda safari ramadan BNP2TKI di sejumlah pelabuhan penumpang di Provinsi Riau, Senin (30/07) jelang siang ini.
"Menjelang lebaran nanti akan banyak terjadi aktivitas arus mudik Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri melalui jalur transportasi laut. Karena itu, diperlukan antisipasi dari berbagai pihak instansi terkait agar selama pelaksanaan mudik dan balik lebaran itu bisa terhindar dari aksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berangkat tanpa jalur resmi dan non prosedural," ungkapnya kepada DUMAISATU.com.
"Sekarang banyak TKI atau calon yang berangkat menggunakan paspor dengan visa kunjungan, namun sesampainya di negara luar tersebut langsung bekerja dalam kurun waktu tertentu. Karena itu kita mengajak semua pihak berkompeten untuk mengantisipasi kejadian ini di wilayah pelabuhan masing-masing," kata Jumhur.
Lanjutnya, untuk meningkatkan pelayanan jasa WNI yang ingin bekerja di berbagai negara luar, BNP2TKI telah mendirikan 34 kantor pelayanan di seluruh Indonesia. Bertujuan selain mendekatkan pelayanan yang optimal, juga untuk membendung dari daerah sumber calon pekerja tersebut.
Upaya lain yang dilaksanakan Pemerintah, mensosialisasikan secara luas terkait prosedur resmi penyaluran TKI yang ingin bekerja di luar negeri. Agar selain resmi dan mendatangkan keuntungan bagi devisa negara, juga dapat meningkatkan taraf kehidupan perekonomian para WNI tersebut.
"Kita inginnya para TKI kita bisa mandiri bekerja disana dengan jalur dan identitas resmi pemerintah. Dengan sosialisasi ini kita berharap semua pihak dapat mengantisipasi terjadinya aksi TKI ilegal dan mengurangi tingkat kerawanan pelabuhan Dumai sebagai akses penyelundupan manusia," terangnya.
Tujuan ke pelabuhan Dumai, tambah Jumhur, karena sebelumnya perairan Dumai seringkali dimanfaatkan pihak tertentu untuk melewatkan calon pekerja non prosedural. Namun saat ini, aktivitas tersebut diyakininya sudah berkurang pesat berkat pengetahuan masyarakat dan kerjasama semua pihak terkait berdasarkan aturan pemerintah.
"Kita berharap jalur resmi ini di gunakan TKI yang bekerja dapat menjadi mandiri dan bisa unggul di sektor pekerjaan yang ditekuni. Bagi calon TKI yang tidak yakin berangkat dengan perusahaan jasa TKI, disarankan mengikuti jalur resmi yang disediakan pemerintah." harapnya.*