Sabtu, 01 November 2014
Header
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Cuaca Buruk
Ombak 3 Meter, Syahbandar Dumai Ingatkan Perusahan Pelayaran
Laporan: Riza Mahruzar
Senin, 14 Januari 2013 | 19:23:18
Dumaisatu.com - Berdasarkan telegraf yang diterima kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan kelas I Dumai diketahui, sejumlah kawasan perairan diwilayah Indonesia mengalami perubahan, dimana dampak dari perubahan gelombang air laut tersebut akan disikapi dengan cepat terhadap aktifitas pelayaran, hal ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan laut.

Seperti diungkapkan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Dumai Capt. Mulder Mustafa melalui Kasi Layak Layar Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Dumai Capt Ivan Apriano Pollin bahwa, pihak telah melakukan tindak lanjut dari telegraf yang dikirimkan pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengeluarkan peringatan kepada seluruh perusahaan pelayaran yang ada di Kota Dumai agar menyikapi dengan seksama sejumlah titik perairan yang memiliki resiko tinggi terhadap aktifitas pelayaran.

"Sejumlah titik perairan yang memiliki resiko tinggi dalam aktifitas pelayaran terdapat pada sejumlah perairan di Indonesia termasuk perairan Kepulauan Riau, dimana tinggi gelombang air lautnya mencapai 3,0 meter hingga 4,0 meter, jelas dengan ketinggian gelombang air laut seperti itu akan berdampak negatif bagi sejumlah aktifitas pelayaran untuk kapal-kapal tertentu yang melalui perairan itu." Katanya.

Sehingga lebih lanjut Ivan mengatakan, pihaknya akan melakukan seleksi yang lebih selektif bagi kapal-kapalyang akan kembali berlayar dan melalui wilayah perairan beresiko tersebut," memang ada sejumlah kapal yang mau tidak mau harus kita tunda keberangkatannya ketika pihak shipping agency dari pihak kapal itu mengajukan Surat Pemberitahuan Berlayar, seperti contoh kapal jenis tug boat yang rata-rata akan menggandeng tongkang sebagai alat angkut cargonya, sebab resiko terhadap kapal-kapal jenis itu sangat tinggi.

Sementara Ivan menjelaskan untuk kapal dengan jenis tangker dengan gross tonage yang lumayan besar serta telah dielangkapi dengan sejumlah fasilitas alat keselamatan yang sangat layak maka pihaknya akan tetap memberikan izin berlayar. "Izin berlayar tetap akan kita keluarkan untuk sejumlah kapal, namun sebelum izin itu kita keluarkan kita akan melakukan pemeriksaan terhadap fisik kapal jika ternyata dalam pemeriksaan ditemukan kekurangan kapal apalagi temuan kekurangan itu menyangkut terhadap keselamatan pelayaran, maka kita meminta kepada pihak pemilik kapal untuk melengkapinya terlebih dahulu," ujarnya.

Sebelum mengakhiri, Ivan juga mengatakan, selain dari itu semua izin berlayar akan dikeluarkan oleh pihaknya dengan catatan ada kesanggupan dari pihak nahkoda kapal tersebut, karena kunci dan tanggung jawab terhadap semua aktifitas kapal berada dipundak nahkoda kapal.

"Dengan kondisi cuaca seperti pada saat ini yang memiliki resiko namun pihak pemilik kapal tetap memaksakan agar kapalnya kembali berlayar maka kita, selaku pengawas aktifitas pelayaran akan menanyakan kepada pihak nahkoda kapalnya, jika memang nahkoda kapal menyatakan siap untuk kembali berlayar maka kita akan menyetujui Surat Pemberitahuan Berlayar, namun lampiran secara tertulis dan ditandatangi oleh nahkoda kapal akan menjadi pegangan bagi pihak kita," ungkapnya.*

Akses berita terbaru versi mobile di: m.dumaisatu.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!