Jum'at, 25 Juli 2014
Header
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Bahan Baku Tidak Mendukung,
Kerajinan Rotan di Rohil Nyaris ‘Musnah’
Editor: Rezi A.P
Rabu, 6 Februari 2013 | 16:51:27
Dumaisatu.com - Usaha kerajinan keranjang ikan dan sapu rotan yang dulunya sangat terkenal di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, kini nyaris musnah. Bahkan,usaha rumah tangga itu hanya tinggal kenangan, karena sulitnya mendapatkan bahan baku.

Satu-satunya yang mampu dan tetap bertahan melanjutkan usaha orang tuanya hanya  A Tiau , pemuda keterunan warga Tionghoa dengan memakai baju kaos berwarna kuning sedang asyiknya merajut rotan dan bambu.

A Tiau meneruskan usaha keluarga yang telah turun temurun. Dirinya tidak tahu sudah keturunan yang keberapa dalam merajut membuat keranjang ikan tersebut. Ia mengaku belajar dalam merajut rotan hingga menjadi keranjang dan sapu sejak kecil.

Dikatakannya,Ia belajar ketika usaha orang tuanya tersebut sedang majunya di Jalan kelenteng. A Tiau merisaukan bahan baku yang sulit didapatnya saat ini yang bisa mengakibatkan terkendalanya membuat keranjang ikan dan sapu rotan tersebut.

"Saya belajar sejak kecil kala itu usaha orang tua di belakang Bioskop Ria, Bagansiapiapai. yang sekarang menjadi taman kota,’’ katanya pelan sambil tangannya memainkan rajutan rotan tersebut di rumahnya Jalan Perniagaan gang Pepaya Bagansiapiapi.

Rumah yang sederhana penuh dengan rotan yang sudah diatur dan dijemur yang terletak di gang yang hanya semeter saja itulah A Tiau membuka usaha lanjutan keluarganya tersebut.

Dalam sehari pemuda ini bisa menyelesaikan selusin sapu rotan dan delapan keranjang. Harga jual keranjang untuk ikan tersebut bervariasi dari seharga 30 ribu rupiah hingga ada yang mencapai 65 ribu rupiah. ‘’Tergantung dari besarnya ukuran keranjang tersebut," tukas A Tiau.

Ditutukan, bahan baku rotan yang diperolehnya dari hutan daerah Kubu tersebut merupakan kendala baginya untuk meneruskan usaha kecil-kecilan itu. Ia mengatakan bahan baku tersebut sekitar 4 ton rotan untuk jangka waktu sebulan agar terpenuhi pembuatan keranjang ikan ditambah beberapa ikat bambu untuk tangkai sapu.

’’Sekarang sulit untuk mencari bahan baku rotan sementara pemesan dari pelbagai daerah berdatangan, Apa lagi jenis kerajinan ini adalah ciri khas Bagansiapiapi sejak dulu,’’ katanya.

Ditambahkannya keranjang dan sapu rotan yang sudah jadi itu dipasarkan ke Pulau Halang, Sinaboi, Panipahan bahkan sampai ke Belawan.’’Kita menjualnya ke Panipahan, Pulau Halang, Sinaboi bahkan ke Belawan. Tergantung pemesannya,’’ ujarnya.

usaha rotan yang dikenal di Bagansiapiapi sejak dulu ini kini hanya tinggal usaha A tiau yang terletak di jalan yang sempit dan hampir tidak tampak oleh masyarakat umum.*

Akses berita terbaru versi mobile di: m.dumaisatu.com
Terdapat 1 komentar untuk artikel ini.
sejak ekspor rotan bulat dan setengah jadi dilarang, rotan hanya diperuntukan oleh industri mebel di dalam negeri utamanya di pulau Jawa, maka masyarakat sudah enggan mengambil rotan di hutan karena tidak semua hasil petikan terserap oleh industeri mebel tsb.

Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!