Minggu, 19 Mei 2013
Program Pemerintah Kota Dumai
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kemenhut Himbau Industri Kertas di Riau Kelola Hutan Lestari
Jumat, 27 Juli 2012 | 15:46:32
PELALAWAN - Kementerian Kehutanan menginstruksikan agar industri kertas di Provinsi Riau terus mempertahankan, bahkan perlu meningkatkan pengelolaan hutan lestari atau "sustainable forest management".

        "Pengelolaan hutan lestari yang kini tengah diterapkan itu dimulai dari benih yang berkualitas. Soalnya, dengan mempersiapkan serta memiliki benih yang bagus maka secara otomatis akan menghasilkan kualitas pohon yang bagus pula," kata Direktur Bina Perbenihan Tanaman Hutan Kementerian Kehutanan Lamris Sitompul, usai kunjungannya ke pusat pembenihan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Kabupaten Pelalawan, Jumat (27/7/12).

        Pengelolaan hutan lestari, lanjutnya, adalah suatu yang mutlak dilakukan industri kehutanan untuk menjamin produknya dapat diterima pasar yang makin selektif memilih produk ramah lingkungan.

        Menurut dia, pada prinsipnya, manajemen hutan lestari merupakan konsep pengelolaan hutan lestari yang menyeimbangkan antara fungsi ekologis dan fungsi ekonomis hutan dengan pelibatan masyarakat didalamnya.

        "Sebab, pengelolaan hutan berkelanjutan harus memiliki tujuan sosial, ekonomi dan lingkungan yang sangat luas," ujarnya sebagaimana dilansir dari ANTARARIAU.

        Lamris menjelaskan, pengelolaan hutan dapat dikatakan lestari jika memenuhi tiga  kriteria utama yakni kelestarian produksi, dimana maksudnya terjaminnya keberlangsungan pemanfaatan hasil hutan dan usahanya.

        Kemudian adanya kelestarian ekologi atau lingkungan, dan ini merupakan salah satu dimensi hasil pengelolaan hutan lestari yang dapat menjamin terpeliharanya fungsi ekosistem beserta komponennya dalam jangka panjang.

        Sedangkan, kriteria ketiga yaitu adanya kelestarian sosial dan budaya. Hal itu adalah salah satu dimensi hasil pengelolaan hutan lestari yang menjamin kesejahteraan dan integrasi sosial melalui pelaksanaan jaminan akses dan kontrol komunitas atau masyarakat terhadap sumberdaya hutan, pengendalian dampak pengusahaan hutan terhadap komunitas, dan hubungan ketenagakerjaan yang harmonis antara unit manajemen dan pekerja.

        Sementara itu, Direktur PT RAPP Mulia Nauli mengatakan bahwa perusahaan terus berkomitmen untuk menghasilkan bibit yang berkualitas terbaik untuk Hutan Tanaman Industri (HTI). Bibit tersebut dihasilkan dari sarana pembibitan (nursery) yang menerapkan teknologi pembibitan kehutanan dengan didukung oleh kegiatan Penelitian dan Pengembangan yang dilakukan secara berkelanjutan.

        "Saat ini, kami memiliki Pusat Pembibitan yang berada di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Baserah dan satelite nursery yang dapat menghasilkan 200 juta bibit setiap tahunnya. Perusahaan juga menanam 500.000 pohon setiap harinya atau setara dengan 150 juta pohon setiap tahun," paparnya.

        Untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas serat kayu, lanjutnya, maka perusahaan melakukan berbagai upaya diantaranya berupa intergrasi perbaikan genetik tanaman, sifat kayu yang diinginkan, penyebaran bahan genetik terbaik, praktek silvikultur yang tepat untuk lahan dan spesies serta meminimalkan penurunan kualitas karena hama dan penyakit.

        "Perusahaan juga sudah berkolaborasi dengan berbagai lembaga penelitian, baik nasional maupun internasional untuk pengembangan teknologi kehutanan dan teknologi pulp dan kertas. Saat ini, RAPP didukung beberapa laboratorium seperti Laboratorium  Kultur Jaringan, Laboratorium Tanah & Pupuk, Laboratorium Kayu serta Laboratorium Hama dan Penyakit," kata Mulia Nauli.***(ceN)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.dumaisatu.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!