Rabu, 26 November 2014
Header
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kualitas Pembangunan Drainase di Dumai Amblas ?
Editor: Rezi AP
Selasa, 29 Oktober 2013 | 13:10:57
Dumaisatu.com - proyek pembangunan Drainase di kota Dumai menelan dana APBD Dumai Rp. 24 Milyar diragukan Kualitasnya. Pasalnya, pembangunan drainase tanpa disertai lantai kerja dan diperkirakan akan amblas dalam waktu dekat.
 
Hal tersebut disampaikan Suparno warga Sukajadi. Menurut Parno, tanah di kota Dumai masih sangat labil, selain berlumpur juga masih banyak gambutnya. Jika tidak dibuat lantai kerja kami yakin breakest yang dipasang akan amblas. , "Kami meragukan kualitas proyek pembangunan drainase yang terlihat tidak menggunakan lantai kerja," katanya.

"Seharusnya sebelum dipasang breakest, rekanan membuat pondasi/lantai kerja yang kokoh agar Breakest yang digunakan tidak patah dan amblas,'' harap Parno yang mengaku sebagai tukang dan mengetahui tata cara pembangunan agar berkualitas dan tahan.

Seperti yang pernah disampaikan Kimlan, ketua LPMK Sukajadi yang merangkap Ketua Forum RT kota Dumai. Kimlan belum lama ini bersama ketua RT Sukajadi dan puluhan warga setempat menyetop proyek pembangunan drainase karena diduga proyek tersebut dibangun tidak sesuai dengan Bestek.
 
"Penyetopan ini dilakukan karena kami menduga pembangunannya tidak sesuai dengan Bestek,  kenapa demikian, kami melihat proyek yang seharusnya menggunakan lantai kerja kenapa dibangun tanpa lantai kerja. Sehingga kekuatannya kami ragukan," kata Kimlan belum lama ini.

Terpisah, wakil ketua DPRD Dumai, H. Zainal Abidin mengaku telah memanggil Dinas PU dan rekanan. Selain meminta agar rekanan membangun proyek sesuai Bestek, Zainal juga meminta PU dan rekanan menjelaskan persoalan yang terjadi di lapangan, seperti tidak adanya lantai kerja.

''Konsultan dibayar untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan, jika ditemui ada penyimpangan maka sudah menjadi kewajiban konsultan untuk menegurnya. Dan jika dikerjakan tidak sesuai Bestek maka seluruh pekerjaan harus dibongkar ulang atau pembayarannya akan dipotong,'' tegas Zainal.
 
Lanjut Zainal,  yang paling utama diperhatikan adalah pekerjaan cepat selesai, bermutu dan memuaskan. "Masyarakat itu hanya menginginkan agar proyek itu cepat, bermutu dan hasilnya maksimal sehingga masyarakat puas dengan hasil pekerjaan tersebut," akhirnya. (red/zie)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.dumaisatu.com
Terdapat 1 komentar untuk artikel ini.
Masyarakat perlu mengawasi proyek2 yg ada di kota Dumai sebab pengawasan dari Pemerintah Kota sangat lemah. Proyek pengaspalan jln Sudirman yg baru2 ini krikilnya sudah mulai mengelupas bahkan ada disebagian tempat telah berlubang. Sungguh ini sangat ironis...

Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!