Selasa, 21 Mei 2013
Program Pemerintah Kota Dumai
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Home  / 
Wilmar dan ZSL Kembangkan Konservasi Orang-utan
Ditulis: Rezi A.P
Sabtu, 11 Agustus 2012 | 03:53:31
Wilmar Indonesia saat ini mengeluarkan Rp 1,3 miliar per tahun untuk melakukan konservasi orang-utan di Kalimantan Tengah. Program ini sudah dimulai sejak tahun 2007, bekerja sama dengan Zoological Society of London (ZSL).   

Demikian Komisaris Wilmar Indonesia, MP Tumanggor, di Jakarta.  Ini program yang sudah lama berjalan dan masuk dalam Central Kalimantan Project (CKP) seluas 120.000 hektare dan 14.000 hektare, di antaranya untuk konservasi orang-utan.   

“Jadi bukan karena orang-utan yang kini jadi sorotan, kami ikut-ikutan. Kami terpaksa membuka program ini, karena kerap terjadi kampanye negatif pada Wilmar, padahal ini seharusnya jadi program tertutup,” kata Tumanggor.   

Langkah ini, menurut Tumanggor  merupakan komitmen Wilmar sebagai anggota RSPO untuk menjalankan perkebunan kelapa sawit  yang berkelanjutan.   

Wilmar sendiri sempat diterpa isu tidak sedap, yang menyatakan bahwa ada tengkorak orang-utan di PT Sarana Titian Permata (STP), anak usaha Wilmar.  

 “Karena isu itu, Direktorat Penyidik dan Pengamanan Hutan Kementerian Kehutanan telah melakukan investigasi dan menyatakan orang-utan itu ada di koordinat S; 02o 56’ 560”, E 112o 36’ 173”, di luar kawasan perkebunan grup Wilmar,” kata Johannes, Legal Corporate Director Wilmar Indonesia. 

Bahkan Wilmar  juga telah membangun departemen konservasi dalam organisasi perusahaan  Wilmar,   “Ini untuk menangani secara serius habitat orang-utan dan semua habitat yang harus dilindungi. Tidak mungkin soal konservasi ditangani oleh orang kebun. Kami bahkan punya SOP khusus bila menemui satwa tertentu, termasuk orang-utan,” tambah Tumanggor lagi.    

Di departemen ini, ada 20 orang senior supervisor, yang mendidik 950 orang staf perkebunan untuk menjalankan SOP penanganan orang-utan yang ditemukan dan habitat lain di sekitar  areal perkebunan.*(suarapembaruan.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.dumaisatu.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!